Teal Dancing Banana
RSS

ENTAH ???

Entah Kenapa?
Seraut Wajah berisi lamunan.,
Yang telah mengacau laju khayalan
Menggoda jantung berlari kencang.,
Memompa darah mengalir girang

Entah Mengapa?
Aku berkata meracau jika tentangmu.,
Membocorkan setiap rindu yang tak terbendung
Mengikhlaskan kesalahan yang mungkin tak sengaja.,
Menyebarkan aroma wangi dari nafas cinta

Entah Siapa?
Menepis hujan bersandingkan mendung.,
Yang berkata dunia tak sebatas cinta belaka
Menjaga diri hingga suci tertera.,
Dia yang seharum kasturi di alam surga

Entah Kenapa, Mengapa, dan Siapa??
Hingga darimu itu pasti puisi ini tercipta.,

PUISI untuk sebuah NAMA

Terseru pelan untaian namamu
Begitu melegakan merangkul kalbu
Berusaha mengejar bayangmu
Walau sakit ku genggam hatiku.,


Aku tak berharap lebih padamu
Karna kutahu aku bukan yang terbaik untukmu
Jangan bersedih wahai hati yang tersiksa
Ada sebuah NAMA yang selalu terjaga.,




Tak akan membiarkan dirimu sendiri
Walau dia berjanji tak kembali
Tenanglah jiwa yang meronta
Ada sebuah NAMA yang selalu menggema.,




Walau dia tak kuasa memelukmu
Walau gurat ragu selalu memburu
Tenanglah Wahai kalbu yang terluka
Ada sebuah NAMA yang selalu manjaga.,

KejujuRan

Bukan suara serak bila kau tak lagi bisa mendengar kata sayangku.,
Namun karna hati melarangku bersenandung tentangmu.,
Bukan karna sembilu yang terus menusuk angkuhku.,
Tapi karna bukan hanya rindu yang mendesakku



Bukan langkah ragu bila ku tak lagi berlari memelukmu.,
namun karna hasrat melarang tuk mendekap ragamu.,
Sepi ini akan aku bawa lari.,
Hingga setiap tetes linang mata bersih.,


Tapi entah mngapa hatiku merontah mendobrak setiap niat dan rasa.,
Meragu untuk melangkah penuh luka
hingga aku bersumpah mengubah "I" mnjadi "A"
Hingga ku buktikan bahwa akulah yang berkuasa., 


Tak perlu kau takut akanku berlari.,
Tak akan perlu sedu sedan yang berlebihan.,
Kan ku sembahkan bunga berkarang.,
Disetiap pusara cinta suci.,

Gundukan Itu

Gundukan Itu.,
Telah lelah tak berdaya.,
Bertumpah serapah Lelah.,
Bercabik-cabik penuh dengan murka.,
Bertaburan asa tanpa celah.,

Gundukan Itu.,
Menaruh berat hidup pada kita.,
Mengutuk tindakan sembrono kita.,
Meludahi setiap sombong kita,.
Menerangi dengan lahar amarah.,


Jangan salahkan Bumi telah marah.,
Salahkan kita telah menyela.,
Setiap tindakan yang serakah.,
Setiap amarah kita yang tak terkira.,


Terlalu bodoh jika kita bangga.,
Dengan pintar akan rumus dunia.,
Tapi Akhir yang tersengsara.,
Hanya tertawa yang terlihat bencana.,

RenunG

KEtika hujan mengguyur tiap lekuk dedaunan,
Melambai dingin dengan anggunnya.,
Dan mengetuk tiap jendela cawan,
Membasuh panas yang melekat asa.,


Ketika mereka sedang berbicara dengan pohon-pohon bisu,
ATau mereka tengah menggemakan riak-riak air terjun,
Berbisikkan dengan aliran sungai,
Atau pun berguman dengan ombak saat bersentuhan dengan pantai,

Rasakanlah nyanyian sendunya,
Begitu syahdu tiap tetes peluh gembiranya,
Hingga tak terasa kau akan terbawa ke alam surganya.,
Yang tiap rangkulan dinginnya akan menghangatkan jiwa.,

KOsONg

Entah hati bergumam rindu.,
Tererat erat pada raut dirinya
Sembiluh ingin teriak kelu.,
Apakah daya jiwa tak kuasa


Wahai hati yang kosong disana.,
Dengarlah bisikan cinta dariku
Kujaring jadi satu beribu rinduku.,
Hanya untuk kau tahu


Demi angin yang bertiup berarah.,
Aku mengenalmu dengan segala hembusan penuh harap
Demi air yang beriak di ujung mata.,
Aku menyukaimu dengan tetesan rindu yang menumpuk

Demi api yang berkobar penuh gelora.,
Aku mencintaimu dengan ranggasan hangat kasihmu
Dan demi masa yang takkan tersita abadinya.,
Aku takut kehilangan dengan kekurangan dan kelebihanmu.,

ALLAHku

Ketika aku memandang bentuk suciMU.,
Betapa ENGKAU begitu mempesona
Aku ingin selalu dan selalu mengucap nama suciMU.,
Berada di setiap tempatMU
Mungkin aku tak pantas menjadi kekasihMU.,
Tapi aku tak ingin juga jauh dariMU
Setiap hela nafasku aku inginkan hnya namaMU.,
Walaupun bulan ada dipangkuanku
Yang kuinginkan hanya diriMU.,
Entah aku harus berkata apalagi?
Wahai HABIBIEku.,
Terlalu sulit aku tuliskan.,
Terlalu berat aku ungkapkan.,
Bahwa ENGKAULAH pemilik jiwaku.,

IkhLaS

Bila Ini tak berbalas ?
Ikhlaskan Hatiku.,

Bila Ini melukai ?
Ambil bahagiaku yang sedikit ini untuk menggantinya.,

Bila ini salah ?
Maafkanlah aku.,

Bila ini suatu kebodohan ?
Lupakan saja semua.,

Aku tak ingin kau redup dengan segala yang ada pada dirimu.,

Tetaplah menjadi matahari yang selalu membuat Kasturi merekah.,